Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘wanadri’ Category

Cerita Tentang Akar – Kenangan kepada wartawan dan pendiri Tempo, Yusril Djalinus (1944-2009)

By Iwan Abdulrachman
Sahabat
Yusril Djalinus, bagi saya, adalah akar. Dia tidak dikenali orang dengan gegap gempita. Tapi, tanpa dia, sebatang pohon tidak bisa tumbuh. Saya memahami hal ini selama bergaul dengannya dan juga setelah mendengar cerita teman-teman di Tempo.

Read Full Post »

Reuni Taruna AKABRI Angkatan 1973 – UNPAD – TRISAKTI 19 Desember 2008
Tahun 1970-an di Indonesia terjadi masa awal perpecahan dua generasi muda elit (elit mahasiswa atau sipil, dan elit tentara atau militer). Saat itu pemuda sipil, termasuk mahasiswa, dilarang membawa senjata. Sering dilakukan razia oleh polisi (muda) dengan cara memasukkan mulut botol ke pipa celana. Saat [...]

Read Full Post »

Atas jasanya menciptakan lagu yang memberikan inspirasi bagi generasi muda Indonesia, pada momentum peringatan Hari Sumpah Pemdua ke-79 tahun 2007 pemerintah menganugerahinya piagam penghargaan berupa “SATYA LANCANA WIRAKARYA”. Selamat bagi “Abah” Iwan Abdulrachman, teruslah berkarya bagi nusa dan bangsa tercinta!

Read Full Post »

UNTUK SAUDARAKU,

- IWAN RIDWAN ARMANSYAH
- IWAN A. RACHMAN
- IWAN ABDULRACHMAN
- IWAN “KIPAM”
- [...]

Read Full Post »

Iwan Abdul Rachman: Putra Gunung dan Hutan
Saya mengetahui Iwan Abdul Rachman sejak saya masuk Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung, Wanadri tahun 1964 di Bandung. Sejak itu kehidupan “wawanadrian” membawa saya untuk lebih mengenalnya. Dengan maksud dan niat untuk berbagi, maka beberapa kesan dan kebaikan seorang Iwan Abdul Rachman saya ceritakan di sini.
Pada tahun 1967, [...]

Read Full Post »

Ketika semangatnya tersebar
Ketika kharismanya memancar
Seketika semua serempak
Melangkah menuju sinar…
 
Panjang yuswa anu barokah
Kasehatan anu sampurna
Khusnul khotimah
Amin ya Rabbal Alamien… !!
 
Kiputih, 22 Agustus 2007-09-09
Drs. H. Mansur (Uung) Ahmad, Ak, MBA
W294AL

Read Full Post »

Sosok Abah Iwan bagi saya bukan hanya sekedar sahabat, tapi sekaligus guru bahkan orang tua yang bijak. Setiap kali mendengarkan Abah berbicara, baik di tempat latihan/ hutan atau forum-forum resmi, selalu ada yang bisa dipetik hikmahnya dan merasa tercerahkan.
 
Beruntung dan bangga sekali saya bisa mengenal beliau, pesan-pesan dan gagasan beliau sarat dengan nilai-nilai yang menyentuh [...]

Read Full Post »

….aku tidak takut mati bukan karena mati itu sendiri, tetapi takut bahwa sebelum sempat aku memberi makna bagi hidup ini, mati telah menjemputku, sehingga hidupku sia-sia…

—Iwan Abdul Rachman, Pangkalpinang 12 Mei 1992.

Abah Iwan mula-mula saya kenal secara sepihak ketika ia menjadi pemain band Aneka Nada Junior di Bandung pada 1960-an. Waktu itu [...]

Read Full Post »

Ada lima Iwan di Wanadri yang saya kenal baik.
Tiga seangkatan dengan saya, Angkatan Hujan Kabut, sekitar 40 tahun yang lalu. Ketiganya juga dari ITB, walau lain jurusan dengan saya.
Yang dua lagi saya kenal karena lebih senior dari saya di Wanadri. Satu dari ITB, tidak begitu aktif di [...]

Read Full Post »

Abah Iwan,
di mata dan di hati seorang Pipin P. Priyadi – WANADRI 492 Kabut Rimba

Selalu ada lagu merdu yang sampai ke telinga saya jika saya berada dekat dengan Abah Iwan. Bukan hanya dalam nyanyiannya saja, melainkan juga dalam setiap pembicaraanya. Menyejukkan – memberikan rasa nyaman dan juga membuka wawasan dalam banyak hal.

Read Full Post »

Older Posts »