Cerita Tentang Akar – Kenangan kepada wartawan dan pendiri Tempo, Yusril Djalinus (1944-2009)
By Iwan Abdulrachman
Sahabat
Yusril Djalinus, bagi saya, adalah akar. Dia tidak dikenali orang dengan gegap gempita. Tapi, tanpa dia, sebatang pohon tidak bisa tumbuh. Saya memahami hal ini selama bergaul dengannya dan juga setelah mendengar cerita teman-teman di Tempo. Continue Reading >>
Membaca tulisan-tulisan abah Iwan, saya terdiam. Tampak kesederhanaan dan apa adanya, begitu teduh dan juga cerdas. Sikap yang bersahaja. Kebersamaan yang begitu mendalam. Meskipun saya belum pernah mengenal apalagi bertemu….salam hangat dan jabat tangan erat dari seseorang yang jauh.
Tentang Wanadri…ingin sekali bisa bergabung. Ada banyak hal yang mungkin akan saya dapatkan. Tentang hidup dan kehidupan, tentang apa saja.Tapi saat ini mungkin hanya impian dan keinginan. Mungkin benar, keinginan adalah sumber penderitaan….
Kapan ne PDW 2009? Bisakah diinformasikan?
ingin sekali mengenal abah Iwan lebih dekat……..
setelah membaca cerita abah iwan saya ingin sekali bergabung sama dia dalam wanadri,
saya ingin sekali seperti abah iwan…
Yth. abah Iwan, saya adalah salah satu pengagum abah..banyak lagu ciptaan abah yang telah saya ketahui dan mainkan dengan kelompok musik saya, sekarang saya sedang dalam tahap penyusunan tesis untuk menyelesaikan study saya di sekolah pasca sarjana universitas pendidikan Indonesia Bandung, saya tertarik untuk menulis biografi abah iwan, karena saya menilai abah adalah seorang tokoh musik bandung yang konsisten di dalam perjuangan tentang lingkungan hidup dan kesundaan, oleh karena itu saya mohon ijin untuk dapat mencoba menuliskan segala hal tentang abah iwan kedalam tesis saya, kiranya abah dapat mengijinkannya, sebelumnya saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. salam merdeka!!
Abah Iwan adalah Inspirator banyak orang (termasuk Saya), subhanaLLAH, Semoga Cahaya dan spirit yang Abah pancarkan bisa menjalar terus di “Urat Darahku”, Bah saya minta izin buat meng “Arranger” lagu sejuta kabut nya dalam komposisi piano.
salam kawilujeungan kanggo abah..
mungkin Alloh tidak akan memberikan talenta yang sama persis pada kita, seperti talenta yang di miliki oleh abah. tetapi berbahagialah saya tuhan masih menciptakan orang seperti abah, ulama yang berguru pada alam, guru yang mengajarkan tentang semangat, tentang rasa hormat, tentang kesederhanaan dan rendah hati, seorang sahabat terbaik bagi rekan2nya..
berbahagialah abah tuhan telah memilih abah menjadi sosok yang didambakan.. yang memberikan inpirasi positif bukan hanya pada anaknya, pada saudaranya, pada rekanya bahkan pada saya dan yang lain yang mungkin abah tidak pernah kenal..
ya Alloh ciptakan lah banyak orang yang sama kepribadiannya seperti bah iwan.. dan bisaklah aku da kita semua mencontoh dan meneruskan apa yang telah di perjuangkan bah iwan kepada hutan-hutan, pohon-pohon, pada gunung, bukit-bukit sungai-sungai dan seluruh alammu di manapun.
mudah2an abah sakulawargi salwasna aya dina lindungan Alloh Swt amin..
Insya Alloh jadi pelajaran amat berharga bagi para pembaca
bah sukses berkarya teras smangat….salam pramuka
keren banget,
pas baca berurai air mata….
begitu selesai baca, langsung ngaca…..
baru bertanya:-)
“Apa masih ada merah putih di darahku?”
“Apa pancasila masih bergema di dalam gemuruh dadaku?”
“Apa kemanusiaan masih menjadi tujuan ku?”
Terimakasih banyak, tulisan ini mengembalikan semangat juangku:-) Makasiy Abah
merasa takut tetapi terus maju itulah keberanian sejati
luar biasa itulah yang sering dilupakan,
bagaimana seringnya kita lupa sehingga sering mengalami ketakutan dan dari ketakutan itu muncullah tingkah laku yang tidak benar
takut miskin
takut besok tidak bisa makan
takut dibilang bukan lelaki jika tidak pernah minum minuman beralkohol
takut apa saja yang pada dasarnya adalah takut tidak dapat merasakan kesenangan dan kenikmatan duniawi
yah itulah yang terjadi saat ini
kami hanya bisa memohon kepada Tuhan agar kami diberi kemampuan untuk mendidik anak anak kami agar tidak merasa takut seperti di atas
agar kami mampu menanamkan nilai nilai kebenaran, moral yang baik untuk anak anak kami.
agar kami bisa memberi contoh yang baik dalam kehidupan kami ini.
Hatur nuhun kana kintunan CD Kabar dari Gunung, Jazzakakumullah Khairan Katsira.