Sosok Abah Iwan bagi saya bukan hanya sekedar sahabat, tapi sekaligus guru bahkan orang tua yang bijak. Setiap kali mendengarkan Abah berbicara, baik di tempat latihan/ hutan atau forum-forum resmi, selalu ada yang bisa dipetik hikmahnya dan merasa tercerahkan.
Beruntung dan bangga sekali saya bisa mengenal beliau, pesan-pesan dan gagasan beliau sarat dengan nilai-nilai yang menyentuh berbagai aspek kehidupan dan realistis.
Gaya bahasa yang beliau sampaikan lugas, tegas, sederhana dan mudah dipahami, namun tidak mengurangi ketajaman maksud yang disampaikan, dengan didukung oleh pengalaman hidup beliau dan wawasan yang luas dan mendalam.
Sosok yang rendah hati, tegas, disiplin dan berani menyampaikan bahwa benar itu benar dan salah itu salah, tidak pandang bulu, dari kalangan mana yang beliau hadapi untuk menyampaikan kebenaran.
Yang akan selalu saya ingat perkataan beliau adalah:
- “Komit terhadap waktu”
- “Komit terhadap amanah, tugas dan tanggung jawab yang diemban”
- “Menghargai sesama siapa pun itu orangnya”
Sedikit tidaknya beliau telah memberikan warna dan kontribusi untuk ikut membangun nusa dan bangsa, yang mestinya menjadi tauladan bagi kita, khususnya bagi saya.
Sahabat Abah
Ajo (Anwar Johar)
Wanadri
Dibalik sisi keemasan Abah, simkuring belum menemui suara ke-Islamannya yang ideologis, termasuk yang mirip bagai saudaranya,sayang!
Justru menurut simkuring, Abah sangat Islami. Abah tidak pernah mengklaim menganut suatu mazhab apapun. Tapi simkuring percaya, beliau menganut mazhab Cinta, dimana cara untuk mencintai Allah dan dalam usaha mendekati-Nya adalah dengan cara yang riil, yaitu menebarkan kasih sayang kepada makhluk-makhluk Allah dan melayani orang lain, terutama orang-orang yang teraniaya dan dalam kesulitan. Beliau sungguh-sungguh menjadikan Rasulullah SAW sebagai tauladannya dalam hal berhubungan dengan sesama. Lihat saja bagaimana beliau memperlakukan anak kecil. Dan simkuring percaya, kecintaan beliau kepada Rasulullah SAW sangat tinggi (beliau melantunkan lagu Madah Rasul – suatu puji-pujian terhadap Rasulullah SAW – dengan penuh penghayatan dan sungguh mengharukan).
Namun simkuring juga percaya, selain memiliki hubungan yang baik dengan sesama, beliau memiliki kedekatan dengan sang penciptanya. Beliau sering ”berkhalwat”, menyepi ke alam untuk merenung dan mendekatkan diri kepada-Nya. Juga terlihat dalam setiap shalatnya yang lima waktu dan shalat malamnya, beliau melakukannya dengan sangat khusyu.
Kalau boleh tau, maksud teh Sandra ”mirip bagai saudaranya”, saudaranya Abah teh siapa ya?
Apa yang disampaikan Teh Sandra sama dengan pengamatan saya?Saat ini masyarakat membutuhkan Ke-Tokohan Abah untuk menjadi agen perubahan ditengah masyarakat, kalau abah islami bagaimana pandangan Abah atas pertanyaan masyarakat!.Sejak beberapa bulan terakhir, harga minyak mengalami kenaikan, dan kini mendekati 70 dolar AS per barel. Kita tahu, bahwa kenaikan harga itu terjadi karena terjadinya ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran (suplay and demand). Maka, dengan menyelesaikan ketidakseimbangan itu, harga akan kembali turun dalam jangka waktu yang bisa diprediksi. Contohnya, saat Perang tahun 1973 melawan negara Yahudi, negara-negara penghasil minyak menghentikan pasokan minyaknya, maka harga minyak langsung naik. Tetapi sekitar dua bulan setelahnya, harga minyak kembali ke level semula. Ini juga terjadi selama Perang Teluk I, khususnya pada tahun 1985, yang kemudian harganya kembali ke level semula dalam waktu beberapa bulan kemudian.
Mengenai kenaikan harga minyak yang terjadi saat ini, meski para pejabat negara-negara OPEC menyatakan bahwa tidak ada pengurangan pasokan minyak ke pasar, namun harga minyak tetap mengalami kenaikan.
Lalu apa yang menjadi penyebab kenaikan harga tersebut? Apakah harga minyak akan bisa mencapai level 100 dolar AS per barel sebagaimana yang dinyatakan berkali-kali di berbagai media massa? Apakah ada pihak non-OPEC yang menguasai sisi penawaran di pasar minyak sehingga bisa memonopoli harga? Jika ada, lalu siapa?
ngiring komentar, kenging?
abah iwan mah, parantos janten milik balarea, sanes ngan saukur nu wanadri & UNPAD wungkul, mantena mah manusia sagala bisa, motekar, berprestasi, estuning kanggo contoh nonoman sunda, teu katingali aib & kakuranganana. estuning salah sawios idola kanggo keluarga sim kuring (kel. besar h. haris) oge.
dua tahun lalu (3 syawal 1426H) lalu, saya (gharis) bersama 3 adik (aip haris, nggun haris, dan dedin haris) berkenan diterima abah & keluarga di kediamannya di cigadung raya, bandung utara. kesan saya abah itu manusia indonesia yang islami, yang berkultur budaya sunda pituin, yang cageur, bageur (someah), bener. tur geden wawanenna, yang sadar sebagai mahluk yang diciptakan Allah SWT untuk hidup bermakna bagi lingkungan demi beribadah kepada Nya.
someah pisan ka semah, mani reueus pisan, nuhun kana panampian abah & keluargi, berkesan pisan kanggo sim kuring sakualawarga.
mugia Allah SWT ngalimpahkeun kasehatan & kabahagiaan kanggo Abah sakulawargi, amin.
gunawan haris (gharis)
abah mungkin bukanseorang ulama kyai atw ustadz tp klw menurut sya pribadi ucapan perkatan dan perbuatan abah lebih dari seorang yang bergelar seperti itu ,bukankah perbuatn seseorang itu mencerminkan sosok dan kepribadian orang itu,memang” islam yang ideologis “itu kudu siga kumaha sich???