Kepada
Yang terhormat Ny. Iwan Abdul Rachman
Di
Bandung
Surat yang ibu kirimkan kepada saya telah saya terima pada tanggal 13 Agustus 2007 dan langsung saya buka, memang surat itu membuat saya penasaran karena tidak ada data pengirimnya. Saya cermati betul kata demi katanya. Saya sangat sependapat dengan niat luhur keluarga besar kang iwan dan menurut saya ide itu sangat brilian dan dengan cara seperti itu kita bisa mengungkapkan betapa berharganya beliau itu.
Kesan-kesan saya terhadap beliau kira-kira seperti berikut.
Tahun 1969 saya ikut mapram di Fakultas Pertanian Unpad dengan nomor pokok H 690052. Di aula Maulana Yusup pada acara malam hari saya dikejutkan dengan kedatangan seseorang dengan perawakan yang lain dengan yang lain. Saya ngeri juga melihatnya dan bergumam dalam hati wah.. bisa repot jadinya dengan kedatangan profil-profil seperti itu. Mungkin penyiksaan ala perpeloncoan di PMB jangan-jangan bisa terjadi di Fakultas Pertanian.
Tapi dalam waktu sekejap saja kekhawatiran hati saya sangat meleset dan malah sebaliknya yaitu acara mapram menjadi lebih semarak, lebih menarik, dan saya betul-betul bisa menikmati acara mapram itu sampai selesai, tak terasa dua minggu terasa sebentar saja. Beliau mulai membuat rencana kabaret untuk nanti pada acara malam Inaugurasi. Keahlian beliau memainkan gitar sering kami nikmati dan beliau juga mulai mencari beberapa teman kami yang dinilai bisa memainkan gitar dan dicari juga teman-teman yang bisa di bidang lain seperti tari atau gerakan untuk mendukung acara inaugurasi nanti. Saya ikut terlibat dengan ikut menari dalam kelompok tari Irian Barat yang kebetulan ada mahasiswa yang datang dari Irian. Akhir cerita saya dan teman-teman khususnya angkatan 69 jadi bangga menjadi mahasiswa di Fakultas Pertanian UNPAD dan penuh percaya diri. Itulah sebagai hasil dari seorang IWAN ABDUL RACHMAN yang penuh dengan kesederhanaan tapi sangat berbobot.
Pada setiap kesempatan tampil Kang Iwan, saya selalu mendapatkan hasil rekamannya berupa CD baik itu pada waktu pernikahan putranya maupun pada waktu tampil di gedung serbaguna Senayan Jakarta tanggal 28 April 2006 dengan judul CD nya …. Kabar dari gunung. Beliau selalu tampil dengan prima serta memukau. Terima kasih buat keponakanku yaitu sdr Eric Martialis yang selalu mengirim CD nya Kang Iwan.
Luar biasa memang karya kang Iwan itu, saya bila menikmati rekaman itu selalu sambil tiduran dan berulang kali meneteskan air mata, betapa dahsyat dampaknya buat saya, saya bisa mengenang masa lalu dengan suka dukanya. Tutur kata yang ringan dan nyeplos membuat kenikmatan tersendiri buat saya, nyaman untuk didengar dan segala macam perasaan bisa timbul dibuatnya. Saya dibuatnya tidak berdaya, tergolek, dan penuh konsentrasi untuk menikmati sajian kombinasi berupa keahlian memainkan gitar, suara yang khas dan yang pasti kalimat demi kalimat sangat mengena.
Luar biasa memang kang Iwan itu, saya sangat beruntung bisa berkenalan dan menjadi salah satu temannya beliau.
Saya turut mendoakan agar beliau tetap sehat untuk tetap berkarya dan selalu mengingat Allah, mensyukuri nikmat-nikmat Allah, dan selalu menjadi orang yang taqwa.
Ibu…. kang Iwan itu aset keluarga, aset Fakultas Pertanian UNPAD Bandung, aset Indonesia, dan aset kita semua. Saya sangat bangga dan hormat terhadap beliau.
Terima kasih ibu telah memilih saya untuk dikirimi surat dan itu merupakan penghargaan buat saya dan tentunya hal ini akan saya simpan dalam kalbu yang bersih.
Tolong sampaikan nanti pada waktunya saya ingin mengucapkan SELAMAT ULANG TAHUN YANG KE-60 BUAT KANG IWAN, dengan harapan semoga mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat nanti masuk surga.
Mohon maaf bila ada kata yang kurang pas dan sangat mengganggu. dan ini memang tanpa ada koreksian, karena ini langsung merupakan kata hati yang saya curahkan dalam tulisan ini.
Jakarta, 13 Agustus 2007
TTD
(Teddy Mustofa)
Kepada Abah Iwan Yth.
Abah, saya adalah salah satu pastor yang ikut dalam pertemuan di Lembang tiga hari lalu (12 Des 2007). saya yang pertama komentar sesudah Abah nembang. Sungguh mendalam perjumpaan dua jam kemarin. ditengah carutmarutnya kehidupan berbangsa ditengah arus ‘globalization of nothing’ ini, ditengah hancurnya keseimbangan alam ini, ditengah panasnya bumi manusia ini … ketika kami sedang mendiskusikan peran gereja katolik dalam membangun keharmonisan bangsa… Anda hadir memberikan semangat. mendatangkan hati. Anda telah menjadi berkah bagi kami. kehadiran Abah sangat mewarnai pertemuan kami.
terimakasih, Abah!
sekiranya Abah dkk ada kesempatan lewat Blora (kampung halaman Pramoedya) , silahkan mampir di pastoran kami.
hormat kami,
romo didik
Blora