Saya kenal Abah pada tahun 1963, saya kuliah tahun ke-2 sementara Abah masih remaja SMA. Pada saat remaja sudah kelihatan Abah berbeda dengan kebanyakan remaja pada umumnya, pencinta alam, pencipta dan pendendang lagu, sangat menjunjung sifat ksatria.
Saya merasa kami menyukai satu sama lainnya walaupun karakter kami berbeda 180 derajat satu sama lainnya.
Walaupun tidak selalu bersama dalam kurun waktu hampir ½ abad, saya selalu dan saya rasa juga Abah selalu memonitor keadaan masing-masing.
I know we can depend on each other or at least I know I can depend on Abah on everything.
Saya rasa Abah adalah lelakinya dunia lelaki.
Aswin (uwe) Sani