June 14, 2009 by abahiwan
Cerita Tentang Akar – Kenangan kepada wartawan dan pendiri Tempo, Yusril Djalinus (1944-2009)
By Iwan Abdulrachman
Sahabat
Yusril Djalinus, bagi saya, adalah akar. Dia tidak dikenali orang dengan gegap gempita. Tapi, tanpa dia, sebatang pohon tidak bisa tumbuh. Saya memahami hal ini selama bergaul dengannya dan juga setelah mendengar cerita teman-teman di Tempo. Continue Reading »
Posted in Abah, wanadri | 5 Comments »
Catatan Abah dalam World Lupus Day 9 Mei 2009 | 9 PM di Dago Tea House, di depan para Odapus:
Saya yakin bukan suatu kebetulan beberapa tahun yang lalu saya menuliskan sebuah lagu yang berjudul Dhuha. Mungkin lagu itu lahir melalui saya karena akan dijadikan malam ini untuk saudara-saudara. Lagu itu akan saya nyanyikan sebagai hadiah, juga sebagai rasa hormat dari kami para orang panggung. Kepada orang yang memberi inspirasi lebih dahsyat daripada imajinasi. Continue Reading »
Posted in Abah | 2 Comments »
Bandung – Kupu-kupu, pesonanya menjadi tema dasar suguhan para seniman dalam Morning Light, Sabtu (9/5/2009). Menjadi simbol keindahan dari para Odapus (orang dengan penyakit lupus) atas perjuangan mereka untuk mempertahankan hidup. Continue Reading »
Posted in Abah | Tagged abah iwan, iwan abdulrachman, lupus, odapus, Syamsi Dhuha | Leave a Comment »
Morning Light: Penghargaan dan Penghormatan Para Seniman Bagi Para Odapus (Sabtu, 9 Mei 2009)
Teater Tertutup Dago Tea House, Bandung
Berikut pengantar dari kang Aat Soeratin:
“Para odapus mengajarkan kepada kita tentang keikhlasan menerima anugerah maupun musibah Allah SWT. Dengan ringan dan sumringah mereka bisa berkata bahwa “penyakit lupus” bukan lah musibah yang harus diratapi sepanjang usia melainkan dirangkul sebagai sahabat yang memberi kehangatan jiwa untuk menyalakan keimanan dan menumbuhkan keikhlasan. Ujar mereka – dengan ringan hati: “Keep the spirit high! Sakit adalah salah satu cara Allah uintuk menunjukkan kasih sayangNya kepada kita karena jika kita ikhlas, ridho, sabar dan tawakal maka sakit menjadi ladangaamal dan penggugur dosa-dosa kita. Continue Reading »
Posted in Abah | Tagged lupus, odapus, Syamsi Dhuha | Leave a Comment »
Senin, 11 Mei 2009 | 18:36 WIB
KOMPAS.com — Mungkin tidak banyak musisi dan seniman seperti Iwan Abdulrachman, atau lebih dikenal dengan sebutan Abah Iwan (62). Kecintaan dan kepeduliannya tidak hanya kepada lingkungan hidup, tetapi juga kepada orang-orang dengan lupus (odapus). Lupus atau Systemic Lupus Erythematosus, adalah penyakit yang belum banyak diketahui masyarakat. Jika terlambat diketahui, nyawa taruhannya. Continue Reading »
Posted in Abah, Media Coverage | Tagged abah iwan, iwan abdulrachman, lupus, odapus, Syamsi Dhuha | 1 Comment »
April 22, 2009 by abahiwan
Melihat perilaku elite politik belakangan ini, tampaknya penyanyi dan pencipta lagu Iwan Abdulrachman (62) menjadi gundah. Oleh sebab itu saat tampil solo membawakan lagu-lagu balada perjuangan pada acara peresmian monumen Trikora dan Dwikora di pintu utama markas besar TNI di Cilangkap, Jakarta Timur, pekan lalu, Abah, panggilannya, menyampaikan unek-uneknya. Continue Reading »
Posted in Abah, militer | 7 Comments »
January 15, 2009 by banis
Hari Selasa, 30 Desember 2008, Gedung Kesenian UNPAD “Balai Budaya Padjadjaran” yang bertempat di Jl. Dipati Ukur, Bandung, resmi dibuka oleh Rektor Prof. Ganjar Kurnia.
Di malam perdananya, beliau mengundang Abah Iwan Abdulrachman untuk melakukan Konser Tunggal dengan tema “Renungan Akhir Tahun”.
“Gedung Kesenian UNPAD ini dibuka dengan Bismillah; Diharapkan memancarkan kebaikan,” Abah memulai konser tunggal. Continue Reading »
Posted in Abah, unpad | 1 Comment »
Reuni Taruna AKABRI Angkatan 1973 – UNPAD – TRISAKTI 19 Desember 2008
Tahun 1970-an di Indonesia terjadi masa awal perpecahan dua generasi muda elit (elit mahasiswa atau sipil, dan elit tentara atau militer). Saat itu pemuda sipil, termasuk mahasiswa, dilarang membawa senjata. Sering dilakukan razia oleh polisi (muda) dengan cara memasukkan mulut botol ke pipa celana. Saat itu mahasiswa sedang trend mengenakan celana pipa sempit. Jika botol tidak bisa masuk celana karena terlalu sempit, maka celana akan digunting oleh polisi. Continue Reading »
Posted in Abah, militer, wanadri | Tagged abah iwan, GPL, Istana Bogor, Mahasiswa, militer, SBY, Trisakti, unpad, wanadri | 8 Comments »
Abah dalam diskusi dengan PPSDMS Yayasan Bina Nurul Fikri Angkatan IV, pada tanggal 27 Desember 2008.
ALHAMDULILLAH! Serasa pikiran diguyur ilmu; Qalbu diguyur hikmah.
Rizki dari Allah SWT dapat mengikuti diskusi antara Abah dan mahasiswa PPSDMS (Program Pembinaan Sumber Daya Manusia Strategis) Yayasan Bina Nurul Fikri malam minggu kemarin (27/12) di Tubagus Ismail Bandung dengan topik “Seni dan Kepemimpinan”. Continue Reading »
Posted in Abah, Nurul Fikri | Tagged abah iwan, Indonesia Raya, Kepemimpinan, Mahasiswa, Nurul Fikri, seni | 1 Comment »
December 27, 2008 by abahiwan
Dikutip dari : Pikiran Rakyat, Sabtu, 27 Desember 2008

Anugerah Budaya Kota Bandung 2008
Enam seniman kota Bandung, dua lingkung seni, dan dua lembaga lainnya yang bergerak dalam bidang pemeliharaan seni dan budaya, serta pengelolaan perpustakaan di Kota Bandung, meraih Anugerah Budaya Kota Bandung 2008 dari Pemerintah Kota Bandung. Penghargaan diberikan oleh wakil wali kota Bandung Ayi Vivananda di Hotel Savoy Homann, Jln. Asia Afrika, Bandung, Jumat (26/12). Continue Reading »
Posted in Abah, Media Coverage | 1 Comment »