Iwan Abdulrachman yang lebih dikenal dengan panggilan Abah Iwan membuat pengakuan. Pengakuan yang jarang dilakukan sesamanya, para pencipta lagu. Pengakuan yang sebenarnya bisa jadi mempengaruhi kredibilitas. Tapi tidak untuk Abah. Continue Reading »
Posted in Abah, Media | Tagged Abah, abah iwan, Jayagiri, melati | 2 Comments »
Oleh Ahmed Syahir
Sore itu, jalan raya Cigadung diselimuti kesejukan. Pada salah satu bukit di sudut kota Bandung itu bernaung pecinta Tuhan dan ciptaan-Nya. Tepatnya di sebuah gubug berlantai permadani.
Senandung damai dan cinta terngiang sepanjang waktu. Dari sana dawai gitar mengalun merdu mengiringi kalimat tasbih, hamdalah dan istighfar yang melantun syahdu nan merdu.
Siapakah yang melantunkan kata demi kata di bawah rimbunnya dedaunan pohon yang mengitari hunian mulia itu. Siapa lagi kalau bukan seniman balada, Iwan Abdulrachman atau yang lebih akrab disapa Abah Iwan. Continue Reading »
Posted in Abah, Media | Tagged Abah, abah iwan, alam, Bandung, Khalifah, Melati Dari Jayagiri, unpad | No Comments »
Abah Iwan atau Iwan Abdulrachman yang lengkapnya Iwan Ridwan Armansjah Abdulrachman adalah putra Abdulrachman Natadiria. Laki-laki yang lahir di Sumedang 3 September 1947 ini sejak kecil sudah menyenangi rimba belantara.
Bahkan, sejak dalam kandungan pun Iwan sudah naik turun gunung. Itu karena keterpaksaan karena orang tuanya harus mengungsi dari Bandung ke Ciparay dan ke Sumedang. Hingga akhirnya ia terlahir di daerah tersebut.
Iwan berekspresi di Wanadri yakni organisasi penempuh rimba dan pendaki gunung tua di Indonesia.
Saking aktifnya di organisasi tersebut hingga ada ungkapan bahwa Wanadri adalah Iwan, dan Iwan adalah Wanadri. Dalam organisasi ini ia adalah sosok pemimpin dan sekaligus orang tua yang berwibawa. Continue Reading »
Posted in Abah, Media | Tagged Abah, abah iwan, Bandung, GPL, Lagu, wanadri | No Comments »
Iwan Abdulrachman yang biasa dipanggil Abah Iwan oleh kalangan seniman, budayawan, dan masyarakat Bandung, masih seperti dulu. Penggiat Wanadri, kelompok pecinta alam sangat beken di Bandung, yang pernah memimpin GPL (Grup Pecinta Lagu) Universitas Padjadjaran, Bandung pada dekade 70-an ini, tak berubah. Tetap bersemangat, konsisten dan konsekuen dengan komitmennya terhadap eksistensi NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Sama konsistennya dia dengan kegiatan menanam pohon. Beberapa waktu lalu, di sela peluncuran buku Kilometer 0,0, abah yang kini lebih suka plontos itu masih tampil prima. Continue Reading »
Posted in Abah, Media | Tagged Abah, abah iwan, Hak Cipta, HAKI, Indonesia, Malaysia | No Comments »
Oleh Soni Farid Maulana/ ”PR”
Tampaknya perlu kehati-hatian jika membicarakan karya seni dan hak cipta. Alih-alih mendapat pujian karena sudah menyampaikan pernyataan yang benar dan proporsional, malah dapat celaan dan rasa marah, seperti yang dialami musisi kondang asal Bandung, Iwan Abdulrachman (60).
”Ketika saya bicara bahwa tugas utama seorang seniman adalah mencipta karya seni dan bukan soal hak cipta, wah saya dimarahi orang. Saya dianggap seniman yang tidak mengerti hak atas karya yang dibuat oleh saya sendiri,” ujar Iwan Abdulrachman dalam percakapannya dengan ”PR” di Selasar Sunaryo Art Space, Jl. Dago Pakar Timur 100, Bandung, Minggu (23/12/2007) malam. Continue Reading »
Posted in Abah, Media | Tagged Abah, abah iwan, Hak Cipta, Seniman | No Comments »
Bagaimana penggubah lagu Iwan Abdulrachman masih tampak bugar dan energik pada usia 60 tahun? Jawab lelaki yang akrab dipanggil Abah ini, “Banyak-banyak bersepeda”. Dia juga belum “pensiun” dari hobinya mendaki gunung atau sekedar hiking.
“Saya masih ke gunung dalam rangka pelatihan (diklat) bareng teman-teman atau tentara. Karena sudah over sixty, Abah tidak lagi ke puncak gunung, paling ke tempat terpencil. Ya, sekedar mencari tantangan,” ucap Abah yang dikenal antara lain, lewat lagu Melati Dari Jayagiri, Flamboyan, dan Melati Putih ini.
Namun, tambah Abah Iwan, hal terpenting baginya adalah bersyukur dan berdoa. Ia berusaha mengisi waktu hidup dengan kegiatan bermakna. Continue Reading »
Posted in Abah, Media | Tagged Abah, abah iwan, Menpora, sepeda | No Comments »
Abah Iwan Abdulrachman tengah berbahagia. Tokoh Wanadri tersebut baru-baru ini mendapat penghargaan dari Kantor Menteri Negara Pemuda dan Olahraga. Penghargaan itu diberikan atas karyanya di bidang seni tarik suara dan diberikan bertepatan dengan ulang tahunnya ke-60. “Awalnya saya malu dan risih menerima ini. Sebab, saya yakin masih banyak tokoh lainnya yang lebih layak. Penghargaan ini saya persembahkan untuk rekan sejawat, guru dan masyarakat Jabar yang punya tujuan sama,” ujarnya merendah, saat ditemui disela-sela Konser Menembus Batas, di Bandung, akhir pekan lalu. Di usianya yang sudah mencapai 60 tahun, Abah Iwan mengungkapkan rahasia kunci kebugarannya adalah dengan bersepeda dan berdoa. “Tanpa berdoa, itu percuma. Kalau Tuhan menginginkan, kuman kecil, tamat sudah kita,” ujarnya.
(Jon)
Source: Humaniora - Kompas, Senin, 5 November 2007
Posted in Abah, Media | Tagged Abah, abah iwan, Indonesia, Menpora | No Comments »
GONG – Edisi 77/VIII/2006
Media, Seni, dan Pendidikan Seni
Pengarang beberapa lirik lagu lama yang menyentuh ini ternyata juga seorang pendekar dan guru silat. Tapi bagaimana silat dalam pandangan tokoh yang juga dikenal sebagai aktivis pencinta alam ini.
Lagu Flamboyant atau Melati Dari Jayagiri yang dinyanyikan Trio Bimbo, masih menikamkan haru setiap kali terdengar kembali di radio. Padahal lebih dari 30 tahun yang lalu Iwan A. Rachman, pengarangnya, menuliskan di atas bukit sunyi. Ketika ia sendirian di tengah malam, menatap alam, merenungi kehidupan.
Iwan sampai sekarang masih segar-bugar. Dalam usianya menjelang 59 tahun, insinyur lulusan Unpad dan pentolan Wanadri ini, masih sanggup naik sepeda dari Bandung ke Bali. Diam-diam ia pula yang pertama, dengan mobil gunungnya, lewat darat menjangkau Serambi Mekah, Naggro Aceh Darussalam, ketika dipagut Tsunami. Menembus medan sulit serta bahaya ketanggor GAM, ia berhasil mencapai tujuan untuk menyapa memberikan bantuan.
Sedikit yang tahu bahwa Iwan juga seorang pendekar. Dari keluarga yang memiliki tradisi silat, sejak kecil ia terbiasa untuk menerima silat sebagai bagian dari kelengkapan hidup. Tetapi, walau tanpa berpikir untuk menjadi jagoan, Iwan kecil tumbuh sebagai pesilat. Baru setelah beranjak dewasa ia perlahan-lahan melihat bahwa silat tak hanya merupakan perlengkapan untuk berkelahi. Tetapi juga suatu olah rasa. Continue Reading »
Posted in Abah, Media, silat | Tagged Abah, abah iwan, Aki Muhidin, Cikalong, silat, Sunda | No Comments »
”Ungkapan Alhamdulillah hanya kita ucapkan kepada Allah. Tapi, tidak pernah kita berterima kasih kepada hutan dan mata air.”
Sejak 2003, Abah Iwan kembali aktif mengendarai sepeda ke banyak tempat. Alasannya, untuk mengurangi polusi. Kata Ketua Umum Perguruan Pencak Silat Satria Muda Indonesia ini, yang mengutip pernyataan pakar lingkungan Prof. Otto Soemarwoto, kalau hanya jarak nol sampai lima kilometer lebih baik berjalan kaki, lalu 5-15 km gunakan sepeda.
Tampaknya ini sejalan dengan prinsipnya yang setia menanam pohon untuk mengurangi polusi. Sayangnya, harus menunggu selama 10 tahun untuk menikmati manfaat pohon itu.
”Nah, untuk mengurangi polusi, sembari menunggu pohon itu besar, kita gunakan sepeda,” kata Iwan yang pernah bersepeda hingga ke pulau dewata Bali. Dengan bersepda, lelaki yang kini aktif melakukan pendidikan yang berkaitan dengan kegiatan di alam terbuka sejak 1982 ini tidak bermaksud menampik keberadaan mobil atau kendaraan bermotor, tetapi semua harus dilihat sesuai keperluannya. Continue Reading »
Posted in Abah, Media | Tagged Abah, abah iwan, alam, Bandung | No Comments »
Pertunjukan ini untuk menghikmati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh Senin (5/6/2006).
Di sebuah ballroom Hotel Hyatt Bandung yang cukup megah, Sabtu malam (3/6/2006), terdapat panggung yang cukup kontradiktif.
Karena panggung pertunjukan itu justru terlihat seperti hutan karena berbagai bibit tanaman, menghiasi segala penjuru panggung dari mulai pohon jati sampai pohon rambutan. Cahaya pun diredupkan.
Tiba-tiba, panggung yang mirip hutan belukar itu pun seketika semarak oleh pertunjukan anak berusia delapan tahun sampai 14 tahun yang tergabung dalam Jendela Ide Kids Percussion membuka pementasan Iwan Abdulrachman yang sering disapa Abah Iwan itu. Continue Reading »
Posted in Abah, Media | Tagged Abah, abah iwan, Bandung, gunung, Indonesia, lingkungan | 2 Comments »
Older Posts »